Peringati 100 Tahun Jam Gadang, PKK Nagari Sulit Air Gelar Aksi Baju Adat dan Silaturahmi Bersama DPP SAS Jakarta
BUKITTINGGI – Kemeriahan memperingati satu abad (100 tahun) berdirinya landmark legendaris Sumatra Barat, Jam Gadang, diwarnai dengan aksi budaya yang memukau. Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Nagari Sulit Air menggelar aksi simpatik dengan mengenakan beragam pakaian adat Minangkabau di kawasan Pelataran Jam Gadang, Bukittinggi.
Tidak hanya sekadar melakukan aksi budaya, momentum bersejarah ini juga dimanfaatkan sebagai wadah mempererat tali persaudaraan melalui agenda silaturahmi bersama Dewan Pimpinan Pusat Sulit Air Sepakat (DPP SAS) Jakarta yang sedang berkunjung ke ranah minang.
Parade Pakaian Adat yang Memukau Pengunjung
Sejak pagi, kawasan Jam Gadang dipenuhi oleh warna-warni pakaian adat yang dikenakan oleh ibu-ibu PKK Nagari Sulit Air. Mulai dari baju kurung basiba, pakaian bundo kanduang, hingga ornamen suntiang dan selendang khas, dipamerkan dengan anggun.
Aksi ini sukses menarik perhatian ratusan wisatawan lokal maupun mancanegara yang sedang berada di ikon Kota Bukittinggi tersebut. Banyak dari pengunjung yang memanfaatkan momen ini untuk berswafoto bersama.
"Aksi ini adalah bentuk kebanggaan kami sebagai masyarakat Minangkabau dalam menjaga kelestarian budaya, sekaligus ikut menyemarakkan 100 tahun Jam Gadang yang merupakan simbol kebanggaan Sumatra Barat," ujar salah satu perwakilan pengurus PKK Nagari Sulit Air.
Sinergi Ranah dan Rantau: Silaturahmi Bersama DPP SAS Jakarta
Setelah melakukan aksi budaya di pelataran Jam Gadang, acara dilanjutkan dengan pertemuan silaturahmi yang hangat bersama jajaran pengurus DPP SAS Jakarta.
Pertemuan antara perwakilan nagari (ranah) dan organisasi perantau (rantau) ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun Nagari Sulit Air ke depan. Beberapa poin penting yang dibahas dalam silaturahmi tersebut meliputi:
-
Pelestarian Budaya: Program pembinaan generasi muda di perantauan agar tetap mengenal akar budaya Minangkabau.
-
Pemberdayaan Ekonomi: Sinergi program PKK nagari dengan jaringan pengusaha SAS di Jakarta untuk pemasaran produk lokal.
-
Sosial Kemasyarakatan: Pemantapan program bantuan sosial bagi warga kurang mampu di nagari.
Ketua DPP SAS Jakarta menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas inisiatif kreatif dari PKK Nagari Sulit Air. Menurutnya, kekompakan antara ranah dan rantau adalah modal utama dalam memajukan daerah.
Menjaga Warisan Sejarah
Perayaan 100 tahun Jam Gadang ini menjadi refleksi bersama akan pentingnya menjaga warisan sejarah. Melalui kolaborasi antara PKK Nagari Sulit Air dan DPP SAS Jakarta, diharapkan semangat persatuan "Saciok Bak Ayam, Sadantiang Bak Basi" (Seia Sekata) terus menyala, baik bagi warga yang menetap di kampung halaman maupun yang sedang berjuang di tanah rantau